Missing Consumer Key - Check Settings

Year: 2026

Belajar dari kebun : Ketika Alam Menjadi Ruang Kelas Anak
Belajar dari kebun : Ketika Alam Menjadi Ruang Kelas Anak

Ruang kelas yang menyenangkan untuk anak adalah lingkungan yang aman, nyaman, dan merangsang kreativitas, ditandai dengan pencahayaan alami, sirkulasi udara baik, perabot ergonomis setinggi anak, warna cerah, area penyimpanan rapi, sudut kreatif (baca atau bermain), dekorasi dengan tema yang menarik, sertapembelajaran interaktif yang melibatkan siswa secara aktif, menciptakan suasana positif untuk belajar dan tumbuh berkembang. 

Belajar di alam terbuka adalah metode pembelajaran di luar kelas yang memanfaatkan lingkungan alami atau sekitar sebagai media belajar utama, berfokus pada pengalaman langsung, interaktif, dan menyenangkan, untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan hidup, kreativitas, serta hubungan sosial dan emosional siswa secara holistik, dengan mengubah alam dan sekitarnya menjadi laboratorium hidup yang kaya akan sumber belajar. Di PG-TK Al-Irsyad kegiatan eksplorasi alam dan sekitarnya menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain, memahami proses alam secara langsung, dan tentunya lebih menghargai alam ciptaan Allah.

Belajar di alam terbuka memberikan banyak sekali manfaat untuk anak, mulai dari peningkatan kesehatan fisik motorik dan mentalpengembangan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional, hinggapembelajaran kontekstual yang lebih efektif melalui eksplorasi langsung dengan benda nyata, yang membangun kreativitas, rasa ingin tahu, dan kepekaan lingkungan, serta kemandirian anak secara holistik. 

Kegiatan di luar ruangan bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan anak, meliputi perkembangan fisik, keterampilan sosial budaya, perkembangan emosi, dan perkembangan intelektual. Oleh karena itu PG-TK Al-Irsyad seringkali melakukan kegiatan belajar di alam terbuka menyesuaikan topic yang sedang dibahas demi mengoptimalkan seluruh aspek dalam perkembangan anak.

PG-TK Al-Irsyad melaksanakan aktivitas di luar ruangan baik di area sekolah seperti kebun sekolah atau kebun binatang mini sekolah, area luar sekolah seperti pantai, transportasi umum kereta api, museum, KBS dan lainnya. Anak-anak mendapatkan pengalaman berharga dengan menjelajahi alam sekitar sekolah.

Mengingat pentingnya perencanaan lingkungan dalam kegiatan luar ruangan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak, guru dan warga sekolah di PG-TK Al-Irsyad harus memberikan perhatian yang cermat terhadap desain dan penggunaan ruang bermain luar ruangan agar anak merasa aman, nyaman, dan senang belajar dan bermain di luar ruangan.

Penerapan belajar di alam terbuka untuk PG-TK melibatkan kegiatan langsung yang memanfaatkan lingkungan alami sebagai media belajar, seperti berkebun, bermain dengan tanah/pasir, observasi hewan kecil, atau membuat karya seni dari bahan alam, dengan guru berperan sebagai fasilitator untuk menstimulasi sensori dan rasa ingin tahu anak secara holistik, memastikan keamanan dan kenyamanan, serta mengintegrasikan metode bermain sambil belajar agar anak lebih aktif, kreatif, dan terhubung dengan alam. PG-TK Al-Irsyad menjadikan kegiatan di luar ruangan sebagai bagian dari rutinitas harian atau mingguan, tidak harus pergi jauh, cukup di kebun sekolah atau area sekitar sekolah, mengajak anak menyentuh tekstur alam, mengamati tumbuhan atau hewan di area sekolah, berkebun, membuat karya dari bahan alam, melakukan eksperimen sederhana, tanya jawab tentang apa yang mereka lihat dan amati di lingkungan sekolah. Dengan menjadikan alam sebagai, kebun sekolah menjadi ruang kelas yang kaya akan pengalaman, memadukan teori dan praktik untuk pendidikan holistik yang tak tergantikan untuk pertumbuhan optimal.

Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini perlu Pondasi Adab dan Al-Qur’an
Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini perlu Pondasi Adab dan Al-Qur’an

Anak usia dini adalah manusia yang fitrah diciptakan oleh Allah dengan segala kelebihan dan kelucuannya. Anak-anak akan lebih mudah menyerap dengan apa yang dilihat dan didengar di sekelilingnya dalam kehidupan sehari hari. Karena anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua dan lingkungan sekitarnya. Keluarga dan lingkungan yang baik menjadi cermin penting dalam menanamkan adab pada anak-anak 

            Mendidik Adab sejak dini menjadi investasi yang sangat berharga dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab, sehingga menciptakan generasi penerus yang hebat dan tentunya sholih-sholihah. Kita ketahui jika hanya ilmu yang dipentingkan akan terjadi ketimpangan dalam kehidupan ini, karena ilmu pengetahuan tanpa adab akan terjadi kesombongan, perselisihan, dan ketidakpedulian terhadap sesama (orang lain).

            Masa kanak-kanak menjadi masa yang sangat penting karena terdapat masa emas (golden age) untuk membentuk pondasi karakter, di masa ini anak-anak lebih mudah menyerap nilai-nilai moral, agama, serta kebiasaan-kebiasaan baik yang akan melekat hingga dewasa.  Sehingga penanaman Al-Qur’an juga sangat diperlukan untuk membentuk moral agama, akhlaq mulia, dan pondasi agama yang kuat. 

            Penanaman pondasi adab dan Al-Qur’an pada anak usia dini bertujuan membentuk karakter Islami yang kuat sejak dini, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya, serta membekali anak dengan akhlaq yang mulia (sopan santun, hormat, kasih sayang)  dan pemahaman agama yang benar agar anak tumbuh menjadi pribadi yang bertaqwa, beriman, cerdas, dan bahagia dunia akhirat tentunya dengan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan. 

Adab dan Al-Qur’an penting diajarkan sejak dini karena pada masa anak usia dini mempunyai daya tangkap dan daya ingat yang sangat  tinggi, sehingga mudah untuk menerima suatu informasi dan membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik pada mereka. Anak mudah sekali diarahkan dan dibentuk karakternya sehingga ajaran-ajaran serta penanaman nilai-nilai akan melekat kuat sampai dewasa.

            Sebenarnya sejak dalam kandungan anak-anak sudah harus dikenalkan dengan Al-Qur’an, seorang ibu saat hamil setiap hari dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an insyaallah janin akan mulai juga bereaksi ikut mendengarkan,  demikian anak-anak saat usia ideal untuk menghafal Al Qur’an adalah 3 – 7 tahun, karena usia dini merupakan saatnya anak-anak sangat bersemangat. Permulaan dini ini menjadikan pembelajaran Al-Qur’an adalah sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan bagi anak. Demikian juga dengan penanaman adab akan menumbuhkan disiplin diri, nilai-nilai moral, spiritual yang dijalankan dalam kehidupan anaak-anak setiap hari akan dibawa sampai seumur hidup. Karena kita harus selalu ingat anak usia dini mempunyai rasa ingin tahu dan hasrat yang sangat tinggi  untuk meniru siapun yang disekitarnya.             Di PG-TK Al-Irsyad Surabaya penanaman adab dan Al-Qur’an diberikan melalui pembelajaran yang menyenangkan dan berkelanjutan. Mulai dari jenjang Playgroup sudah dikenalkan cara melakukan gerakan sholat dengan praktek sholat berjama’ah, bercerita tentang kisah-kisah nabi dan tokoh Islam, hafalan hadist, muroja’ah surat-surat pendek setiap hari. Karena diberikan terus menerus, dengan kebiasaan tersebut anak-anak akan dapat menghafal dan mengingat. Sehingga melatih kognitif, nilai agama, dan moral serta sosial emosional anak anak semakin berkembang.