Missing Consumer Key - Check Settings

Category: test

Belajar sambil Bermain Konsep Pendidikan Anak Usia Dini  Di TK AL IRSYAD Surabaya
Belajar sambil Bermain Konsep Pendidikan Anak Usia Dini Di TK AL IRSYAD Surabaya

Konsep pendidikan belajar sambal bermain seharusnya menjadi panduan dalam pembelajaran pada anak usia dini. Dikarenakan bemain adalah merupakan suatu kebutuhan anak usia dini. di TK AL IRSYAD SURABAYA sejak berdirinya sudah menerapkan konsep belajar sambil bermain. Ketika anak datang ke sekolah tentunya mereka melepas rasa nyaman yang dirasakan saat di rumah, kemudian memasuki gerbang sekolah dengan suasana baru. Maka diperlukan penyambutan yang dapat mencairkan suasana hati sehingga anak-anak merasa nyaman dan senang saat di sekolah. Pembelajaran di TK Al Irsyad Surabaya menggunakan model Sentra yang terintergrasi dengan tujuan pembelajaran yang menyenangkan sehingga dapat mengembangkan motorik, kognitif, social emosional, dan juga yang terutama menanamkan nilai moral agama pada setiap Sentra tersebut.

Di TK Al Irsyad  Surabaya terdapat empat sentra, diantaranya adalah : sentra imtaq (iman dan taqwa, sentra sains, sentra balok, dan sentra bermain peran. Pada setiap sentra akan memberikan kegiatan yang berbeda – beda dan disesuaikan dengan topik kegiatan yang dilaksanakan dan yang akan diajarkan pada anak-anak. Sehingga anak-anak akan mendapatkan pengalaman yang beragam dengan kegiatan yang menyenangkan.

Mengapa di TK Al Irsyad selalu menekankan belajar sambal bermain, dikarenakan otak pada anak usia dini sedang mengalami perkembangan hampir 90%. Maka bermain akan membuat koneksi saraf baru akan lebih cepat terbentuk. Harus diingat bahwa fitrah anak adalah bermain, dunia anak adalah dunia bermain. Jika dipaksa belajar versi orang dewasa maka akan sulit dilaksanakan dan diterima oleh anak-anak. Pada pembelajaran di PAUD juga memerlukan motivasi intrinsik merupakan metode yang membuat anak belajar dengan menyenangkan dan seru secara tidak sadar padahal sebenarnya sedang mengasah kognitif, motorik juga social emosionalnya.

Perbedaan bermain biasa dengan konsep belajar sambil bermain sangat bertolak belakang, jika bermain biasa tidak memiliki tujuan, tapi belajar sambal bermain mempunyai tujuan pembelajaran yang spesifik. Bermain biasa tidak ada batasan sehingga anak dapat bermain dengan bebas. Namun Ketika belajar sambal bermain, memerlukan persiapan alat bermain yang mengandung konsep tertentu. Dalam permainan bebas tidak membutuhkan evaluasi. Sedangkan belajar sambil bermain anak akan diobservasi dengan berberapa indicator pencapaiannya. Saat anak bermain balok sepertinya bermain biasa, tapi bisa mencakup pembelajaran dengan konsep membedakan tinggi – rendah, besar – kecil, Panjang – pendek dll.

Konsep belajar sambil bermain yang diterapkan di TK Al Irsyad Surabaya mempunyai bentuk permainan yang mencakup :

  1. Main Sensorimotor : permainan yang melibatkan indra dan gerak otot, anak belajar dengan apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium, dikecap, dan gerakan tubuhnya.

Tujuannya :

  • Mengasah motorik halus dan kasar,
  • Mengenal konsep sains dasar,
  • Lebih memfokuskan koordinasi tangan dan mata,
  • Dapat menyalurkan energi dan meredakan/mengontrol emosi.

Contoh kegiatan sensorimotor:

  1. Bermain pasir/air,
  2. Finger painting,
  3. Bermain plastisin, dll.
  4. Bermain Peran: adalah permainan dimana anak menirukan peran orang lain atau situasi di dunia nyata dengan memakai imaginasi anak anak.

Contoh : berperan menjadi dokter, polisi, guru, petani, dll.

Manfaat bermain peran untuk anak usia dini adalah :

  • Bahasa : menambah kosakata dan perbendaharaan kata anak, anak belajar bahasa formal.
  • Sosial emosional : anak menjadi lebih empati terhadap orang lain/ temannya. Anak dapat merasakan perasaan orang lain.
  • Kognitif : Cara anak berpikir, belajar, mengingat, memecahkan masalah, dan memahami dunia.
  • Penyelesaian masalah : anak belajar memikirkan solusi suatu permasalahan.
  • Percaya diri : anak menjadi lebih berani tampil dan menunjukkan jati dirinya dengan percaya diri.
  • Main Pembangunan/construktive play : permainan dimana anak membuat sesuatu bentuk dengan berbagai bahan menjadi bentuk yang baru.

Contoh permainan pembangunan: bermain balok, merangkai, merakit, menjahit, bermain pasir/playdough.             Konsep belajar sambil bermain merupakan pendekatan yang sangat tepat untuk anak usia dini. TK Al Irsyad Surabaya telah konsisten menerapkan konsep ini melalui pembelajaran berbasis sentra yang terintegrasi, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Melalui berbagai sentra dan jenis permainan seperti sensorimotor, bermain peran, dan konstruktif, anak tidak hanya bermain, tetapi juga mengembangkan aspek motorik, kognitif, sosial emosional, serta nilai moral dan agama. Dengan pendekatan yang terencana dan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, belajar sambil bermain terbukti efektif dalam mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh.