Pendidikan pada usia dini merupakan tahap awal yang sangat menentukan dalam perkembangan anak. Pada masa ini, anak mengalami pertumbuhan yang cepat, baik dalam aspek kemampuan berpikir, bahasa, sosial, maupun pembentukan karakter. Anak usia dini juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Oleh sebab itu, lingkungan belajar yang nyaman dan penuh dukungan sangat dibutuhkan agar proses tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.
Di lingkungan sekolah, guru memegang peranan penting dalam mendampingi proses belajar anak. Ketika guru mampu menjadi teman belajar bagi anak, suasana belajar akan terasa lebih menyenangkan dan tidak menegangkan.
Kedekatan emosional antara guru dan anak memberi pengaruh besar terhadap semangat belajar anak. Anak yang merasa diterima dan diperhatikan biasanya lebih berani berpendapat, aktif mengikuti kegiatan, serta lebih mudah membangun rasa percaya diri. Hubungan yang positif ini juga membantu anak merasa aman saat berada di sekolah.
Peran guru sebagai teman belajar dapat diwujudkan melalui beberapa hal berikut.
1. Menjadi Contoh dalam Bersikap
Pada usia dini, anak cenderung belajar dengan cara meniru perilaku orang di sekitarnya. Sikap guru yang santun, sabar, jujur, dan penuh perhatian akan menjadi contoh nyata bagi anak dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, perilaku guru memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter peserta didik.
2. Mendampingi Perkembangan Sosial dan Emosi Anak
Guru membantu anak belajar memahami perasaan, menghargai teman, dan bekerja sama saat bermain maupun belajar bersama. Ketika terjadi perselisihan kecil antaranak, guru dapat membantu mereka mencari solusi dengan cara yang baik sehingga anak belajar menyelesaikan masalah tanpa kekerasan atau kemarahan.
3. Memberikan Semangat dan Dukungan Positif
Setiap anak membutuhkan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan. Kalimat sederhana seperti apresiasi terhadap gambar, keberanian tampil, atau usaha anak saat belajar dapat meningkatkan motivasi mereka. Dukungan positif membuat anak lebih percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
4. Menjadi Pendengar yang Baik
Guru yang mau mendengarkan cerita dan pendapat anak akan membuat anak merasa dihargai. Dengan pendekatan yang hangat, anak menjadi lebih nyaman untuk berbicara, bertanya, maupun menyampaikan perasaannya kepada guru.
5. Menyediakan Kegiatan Belajar yang Menarik
Pembelajaran untuk anak usia dini perlu dikemas melalui aktivitas yang menyenangkan, seperti bermain, bernyanyi, bercerita, atau bermain peran. Melalui kegiatan tersebut, anak dapat belajar banyak hal tanpa merasa terbebani.
Selain mendukung proses belajar, guru juga memiliki peranan penting dalam membantu tumbuhnya rasa percaya diri pada anak. Sikap hangat dan perhatian yang diberikan guru dapat membuat anak yakin bahwa dirinya mampu dan berharga. Anak yang percaya diri umumnya lebih mudah beradaptasi, berani mencoba pengalaman baru, dan tidak mudah menyerah.
Kepercayaan diri anak berkembang dari pengalaman positif yang mereka peroleh setiap hari. Ketika anak diberi kesempatan untuk tampil, menjawab pertanyaan, atau menunjukkan hasil karyanya, mereka akan merasa bangga terhadap kemampuan diri sendiri. Sebaliknya, perlakuan yang meremehkan atau terlalu sering membandingkan anak dengan orang lain dapat membuat rasa percaya dirinya menurun.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri anak, antara lain:
- Memberikan apresiasi atas usaha anak.
- Memberi kesempatan mencoba pengalaman baru.
- Mengajak anak belajar menentukan pilihan sederhana.
- Menunjukkan contoh perilaku yang positif.
- Menjalin komunikasi yang terbuka dan hangat.
Anak yang tumbuh dengan rasa percaya diri yang baik biasanya lebih mandiri, berani mengemukakan pendapat, dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Mereka juga cenderung memiliki sikap optimis dalam menghadapi tantangan.
Dengan demikian, keberadaan guru sebagai teman belajar memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak usia dini. Guru tidak hanya membantu anak memahami pelajaran, tetapi juga menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan keyakinan dalam diri mereka. Melalui hubungan yang penuh perhatian dan kasih sayang, sekolah dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak untuk belajar dan berkembang menjadi pribadi yang baik di masa depan.
Category: Image, test, Text, Uncategorized
Sabtu, 9 Mei 2026, Yayasan perguruan Al-Irsyad Surabaya sukses melaksanakan kegiatan Al-Irsyad STEAM Qur’ani, Project Showcase and Sharing dengan mengusung tema “Mandiri Berkarya dan Berpikir Kritis untuk Membangun Daya Saing Global”. Kegiatan ini diikuti oleh sekolah Al-Irsyad mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ibu Febrina Kusumawati, S.Si, M.M., Kepala Sekolah dan Guru sekitar.
Kegiatan festival ini berhasil menampilkan kegiatan yang seru, mulai dari Project Presentation, Project Showcase, Student Performance, dan Teacher Sharing. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah kepada peserta didik dan guru untuk berpikir kritis, berkomunikasi, mengembangkan kreativitas, serta pemanfaatan teknologi yang tepat dalam pembelajaran.
“Gethuk Scratch Adventure” merupakan pembelajaran STEAM Qur’ani yang diusung oleh peserta didik dan guru dari jenjang TK Al-Irsyad. Siswa-siswi TK Al-Irsyad belajar mengenal bahan utama singkong sebagai bahan yang telah tersedia di alam, merupakan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kita sebagai manusia hendaknya bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, adapun salah satu caranya yaitu dengan mengolahnya menjadi makanan yang sehat.
Dalam proses pengolahan singkong menjadi makanan tradisional Gethuk, peserta didik belajar tentang Sains, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics. Tidak hanya itu, pembelajaran yang seru menggunakan Game Scratch, menjadi media recalling bagi peserta didik untuk mengingat apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat gethuk.
Pada Project Presentation, siswa TK Al-Irsyad tampil percaya diri mempresentasikan pembelajaran STEAM Qur’ani yang telah mereka pelajari dan praktikkan di sekolah. Mereka mengajak para undangan yang hadir untuk mengenal makanan tradisional dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Panggung turut dimeriahkan dengan Student Performance.
Di sisi lain, stand Project Showcase dikunjungi oleh siswa, guru, dan para undangan yang telah hadir. Dengan senyum ceria dan cekatan, peserta didik mempersilahkan para pengunjung untuk mencicipi gethuk, dan kuliner berbahan dasar singkong lainnya. Game Scratch juga menjadi daya tarik bagi para pengunjung untuk mencoba. Dengan lihai, peserta didik menyampaikan bagaimana cara memainkan game tersebut berbekal pengalamannya saat belajar di sekolah.
Sesi Teacher Sharing menjadi sarana bagi guru-guru Al-Irsyad untuk berbagi praktik baik mengenai pembelajaran STEAM Qur’ani kepada kepala sekolah dan pendidik sekitar. Guru saling bertukar pengalaman, strategi pembelajarann, dan inovasi pembelajaran agar kegiatan belajar menjadi pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Dengan menerapkan pembelajaran STEAM Qur’ani, diharapkan dapat meningkatkan budaya belajar yang kreatif, inovatif, dan berlandaskan pada nilai-nilai islam. Serta siap untuk menghadapi tantangan global dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Qur’ani.
Konsep pendidikan belajar sambal bermain seharusnya menjadi panduan dalam pembelajaran pada anak usia dini. Dikarenakan bemain adalah merupakan suatu kebutuhan anak usia dini. di TK AL IRSYAD SURABAYA sejak berdirinya sudah menerapkan konsep belajar sambil bermain. Ketika anak datang ke sekolah tentunya mereka melepas rasa nyaman yang dirasakan saat di rumah, kemudian memasuki gerbang sekolah dengan suasana baru. Maka diperlukan penyambutan yang dapat mencairkan suasana hati sehingga anak-anak merasa nyaman dan senang saat di sekolah. Pembelajaran di TK Al Irsyad Surabaya menggunakan model Sentra yang terintergrasi dengan tujuan pembelajaran yang menyenangkan sehingga dapat mengembangkan motorik, kognitif, social emosional, dan juga yang terutama menanamkan nilai moral agama pada setiap Sentra tersebut.
Di TK Al Irsyad Surabaya terdapat empat sentra, diantaranya adalah : sentra imtaq (iman dan taqwa, sentra sains, sentra balok, dan sentra bermain peran. Pada setiap sentra akan memberikan kegiatan yang berbeda – beda dan disesuaikan dengan topik kegiatan yang dilaksanakan dan yang akan diajarkan pada anak-anak. Sehingga anak-anak akan mendapatkan pengalaman yang beragam dengan kegiatan yang menyenangkan.
Mengapa di TK Al Irsyad selalu menekankan belajar sambal bermain, dikarenakan otak pada anak usia dini sedang mengalami perkembangan hampir 90%. Maka bermain akan membuat koneksi saraf baru akan lebih cepat terbentuk. Harus diingat bahwa fitrah anak adalah bermain, dunia anak adalah dunia bermain. Jika dipaksa belajar versi orang dewasa maka akan sulit dilaksanakan dan diterima oleh anak-anak. Pada pembelajaran di PAUD juga memerlukan motivasi intrinsik merupakan metode yang membuat anak belajar dengan menyenangkan dan seru secara tidak sadar padahal sebenarnya sedang mengasah kognitif, motorik juga social emosionalnya.
Perbedaan bermain biasa dengan konsep belajar sambil bermain sangat bertolak belakang, jika bermain biasa tidak memiliki tujuan, tapi belajar sambal bermain mempunyai tujuan pembelajaran yang spesifik. Bermain biasa tidak ada batasan sehingga anak dapat bermain dengan bebas. Namun Ketika belajar sambal bermain, memerlukan persiapan alat bermain yang mengandung konsep tertentu. Dalam permainan bebas tidak membutuhkan evaluasi. Sedangkan belajar sambil bermain anak akan diobservasi dengan berberapa indicator pencapaiannya. Saat anak bermain balok sepertinya bermain biasa, tapi bisa mencakup pembelajaran dengan konsep membedakan tinggi – rendah, besar – kecil, Panjang – pendek dll.
Konsep belajar sambil bermain yang diterapkan di TK Al Irsyad Surabaya mempunyai bentuk permainan yang mencakup :
- Main Sensorimotor : permainan yang melibatkan indra dan gerak otot, anak belajar dengan apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium, dikecap, dan gerakan tubuhnya.
Tujuannya :
- Mengasah motorik halus dan kasar,
- Mengenal konsep sains dasar,
- Lebih memfokuskan koordinasi tangan dan mata,
- Dapat menyalurkan energi dan meredakan/mengontrol emosi.
Contoh kegiatan sensorimotor:
- Bermain pasir/air,
- Finger painting,
- Bermain plastisin, dll.
- Bermain Peran: adalah permainan dimana anak menirukan peran orang lain atau situasi di dunia nyata dengan memakai imaginasi anak anak.
Contoh : berperan menjadi dokter, polisi, guru, petani, dll.
Manfaat bermain peran untuk anak usia dini adalah :
- Bahasa : menambah kosakata dan perbendaharaan kata anak, anak belajar bahasa formal.
- Sosial emosional : anak menjadi lebih empati terhadap orang lain/ temannya. Anak dapat merasakan perasaan orang lain.
- Kognitif : Cara anak berpikir, belajar, mengingat, memecahkan masalah, dan memahami dunia.
- Penyelesaian masalah : anak belajar memikirkan solusi suatu permasalahan.
- Percaya diri : anak menjadi lebih berani tampil dan menunjukkan jati dirinya dengan percaya diri.
- Main Pembangunan/construktive play : permainan dimana anak membuat sesuatu bentuk dengan berbagai bahan menjadi bentuk yang baru.
Contoh permainan pembangunan: bermain balok, merangkai, merakit, menjahit, bermain pasir/playdough. Konsep belajar sambil bermain merupakan pendekatan yang sangat tepat untuk anak usia dini. TK Al Irsyad Surabaya telah konsisten menerapkan konsep ini melalui pembelajaran berbasis sentra yang terintegrasi, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Melalui berbagai sentra dan jenis permainan seperti sensorimotor, bermain peran, dan konstruktif, anak tidak hanya bermain, tetapi juga mengembangkan aspek motorik, kognitif, sosial emosional, serta nilai moral dan agama. Dengan pendekatan yang terencana dan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, belajar sambil bermain terbukti efektif dalam mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh.
Category: Image, test, Text, Uncategorized










