Missing Consumer Key - Check Settings

Right Sidebar

Kegiatan Sehari-hari yang Melatih Tanggung Jawab Anak Usia Dini di PG-TK Al Irsyad
Kegiatan Sehari-hari yang Melatih Tanggung Jawab Anak Usia Dini di PG-TK Al Irsyad

(Integrasi Nilai Al-Qur’an, Hadis, Kurikulum STEAM Qur’ani, dan Teori Perkembangan Anak)

Tanggung jawab merupakan karakter dasar yang harus ditanamkan sejak usia taman kanak-kanak karena pada fase ini anak mulai memahami diri, peran sosial, serta hubungan sebab-akibat dari setiap perilaku. Anak usia 4–6 tahun berada pada tahap perkembangan di mana mereka mulai mampu mengikuti aturan sederhana, menyelesaikan tugas kecil, dan belajar dari konsekuensi yang dialaminya. Oleh karena itu, PG-TK Al Irsyad menanamkan sikap tanggung jawab melalui kegiatan sehari-hari yang konkret, berulang, dan menyenangkan, sesuai dunia anak.

Dalam perspektif Islam, tanggung jawab berkaitan erat dengan konsep amanah. Allah Swt. berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan memikulnya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia” (QS. Al-Ahzab: 72). Ayat ini menjadi landasan bahwa manusia termasuk anak perlu dibimbing untuk mengenal dan menjalankan amanah sesuai kapasitasnya. Pada anak usia TK, amanah diwujudkan melalui tanggung jawab sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an juga menegaskan: “Setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya” (QS. Al-Muddatsir: 38). Ayat ini relevan dalam pendidikan anak usia dini karena anak mulai belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Melalui pembiasaan yang konsisten, anak dibantu memahami konsep tanggung jawab secara konkret dan bermakna.

Di PG-TK Al Irsyad, tanggung jawab anak dilatih melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti memberi salam, membaca doa, menunggu giliran (antre), memakai sepatu sendiri, menyimpan tas, menggunakan alat belajar dengan tertib, serta merapikan mainan setelah digunakan. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk membangun fondasi keimanan, akhlak, dan kemandirian anak sejak dini, sesuai dengan visi PG-TK Al Irsyad sebagai sekolah Islam modern dengan pendidikan holistik Qur’ani yang ceria dan ramah anak.

Metode pembiasaan di PG-TK Al Irsyad mengintegrasikan keteladanan (modeling), rutinitas harian, dan penguatan positif, yang dilaksanakan dalam kerangka Kurikulum STEAM Qur’ani Play & Learn. Guru secara konsisten mencontohkan perilaku bertanggung jawab seperti mengucapkan salam dengan sopan, berdoa dengan khusyuk, menunggu giliran dengan tertib, serta merapikan mainan setelah bermain. Anak belajar terutama melalui peniruan, sehingga keteladanan guru menjadi kunci utama. Pendekatan ini selaras dengan teori belajar sosial Bandura yang menyatakan bahwa perilaku anak terbentuk melalui observasi terhadap figur signifikan (Bandura, 1977).

Dalam konteks STEAM, aktivitas merapikan mainan juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengelompokkan, dan memecahkan masalah, misalnya saat anak mengelompokkan balok berdasarkan warna atau bentuk. Penguatan positif diberikan berupa pujian atas usaha dan inisiatif anak, bukan hukuman atau kompetisi.

Pembiasaan tanggung jawab dilaksanakan sepanjang rangkaian kegiatan harian anak. Sejak datang ke sekolah, anak dibiasakan mengucapkan salam kepada guru dan teman. Doa dibaca pada awal dan akhir kegiatan belajar, sebelum dan sesudah makan, serta sebelum pulang sekolah. Pembiasaan antre dilakukan saat anak mencuci tangan, mengambil alat belajar, mengambil makanan, dan bermain di sentra STEAM. Konsistensi waktu pelaksanaan membantu anak memahami bahwa tanggung jawab merupakan bagian dari setiap aktivitas, bukan hanya pada momen tertentu.

Pembiasaan dilaksanakan di seluruh lingkungan PG-TK Al Irsyad sesuai fungsi ruang. Salam dibiasakan di gerbang sekolah, koridor, dan ruang kelas. Doa dilakukan di ruang kelas, serta ruang perpustakaan yang difungsikan sebagai ruang sholat. Pembiasaan antre dan merapikan mainan dilakukan di sentra bermain, area cuci tangan, dan ruang aktivitas STEAM. Dengan demikian, anak memahami bahwa sikap bertanggung jawab berlaku di mana saja, tidak terbatas pada ruang kelas formal.

Pembiasaan salam, doa, dan antre dipilih karena ketiganya merupakan sarana efektif untuk melatih tanggung jawab anak secara holistik. Salam melatih tanggung jawab sosial dan adab. Doa melatih tanggung jawab spiritual dan kesadaran kepada Allah. Antre melatih kesabaran, disiplin, serta penghargaan terhadap hak orang lain. Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt, “Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu” (QS. At-Taubah: 105), yang menanamkan kesadaran bahwa setiap tindakan bernilai dan memiliki konsekuensi. Dari sudut pandang psikologi perkembangan, Erikson menyatakan bahwa anak usia TK berada pada tahap initiative versus guilt, sehingga perlu diberi kesempatan memikul tanggung jawab kecil agar tumbuh rasa percaya diri dan inisiatif (Erikson, 1963). Pendekatan ini juga sejalan dengan teori Piaget yang menekankan pentingnya pengalaman konkret dalam pembelajaran anak usia dini (Piaget, 1952).

Pembiasaan tanggung jawab di PG-TK Al Irsyad dilaksanakan dan diawasi oleh seluruh warga sekolah. Guru kelas berperan sebagai pelaksana utama dan teladan. Guru pendamping membantu pengawasan terutama saat kegiatan transisi dan bermain. Kepala sekolah memastikan kebijakan dan budaya sekolah berjalan konsisten sesuai visi lembaga.

Orang tua dilibatkan sebagai mitra pendidikan agar pembiasaan di sekolah dapat dilanjutkan di rumah. Sinergi ini menjadikan PG-TK Al Irsyad tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga agen perubahan positif bagi keluarga dan masyarakat.

Pembiasaan dilakukan secara bertahap, ramah anak, dan penuh pendampingan. Anak tidak dipaksa, tetapi diarahkan dengan bahasa yang lembut dan sesuai usia. Salam diajarkan melalui contoh dan pengulangan. Doa dipimpin guru dengan penjelasan makna sederhana. Antre dan merapikan mainan dilatih menggunakan tanda visual dan arahan singkat agar anak memahami bahwa menunggu giliran dan mengembalikan mainan adalah bentuk tanggung jawab dan keadilan. Hadis Rasulullah ﷺ: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari dan Muslim) menjadi dasar bahwa setiap anak diberi amanah kecil sesuai kemampuannya. Seluruh pembiasaan ini diarahkan untuk membangun fondasi keimanan dan akhlak sejak dini, mengembangkan seluruh potensi anak melalui pembelajaran STEAM Qur’ani yang menyenangkan, menumbuhkan kreativitas dan cinta lingkungan, serta melatih kemandirian dan inisiatif anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Belajar dari kebun : Ketika Alam Menjadi Ruang Kelas Anak
Belajar dari kebun : Ketika Alam Menjadi Ruang Kelas Anak

Ruang kelas yang menyenangkan untuk anak adalah lingkungan yang aman, nyaman, dan merangsang kreativitas, ditandai dengan pencahayaan alami, sirkulasi udara baik, perabot ergonomis setinggi anak, warna cerah, area penyimpanan rapi, sudut kreatif (baca atau bermain), dekorasi dengan tema yang menarik, sertapembelajaran interaktif yang melibatkan siswa secara aktif, menciptakan suasana positif untuk belajar dan tumbuh berkembang. 

Belajar di alam terbuka adalah metode pembelajaran di luar kelas yang memanfaatkan lingkungan alami atau sekitar sebagai media belajar utama, berfokus pada pengalaman langsung, interaktif, dan menyenangkan, untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan hidup, kreativitas, serta hubungan sosial dan emosional siswa secara holistik, dengan mengubah alam dan sekitarnya menjadi laboratorium hidup yang kaya akan sumber belajar. Di PG-TK Al-Irsyad kegiatan eksplorasi alam dan sekitarnya menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain, memahami proses alam secara langsung, dan tentunya lebih menghargai alam ciptaan Allah.

Belajar di alam terbuka memberikan banyak sekali manfaat untuk anak, mulai dari peningkatan kesehatan fisik motorik dan mentalpengembangan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional, hinggapembelajaran kontekstual yang lebih efektif melalui eksplorasi langsung dengan benda nyata, yang membangun kreativitas, rasa ingin tahu, dan kepekaan lingkungan, serta kemandirian anak secara holistik. 

Kegiatan di luar ruangan bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan anak, meliputi perkembangan fisik, keterampilan sosial budaya, perkembangan emosi, dan perkembangan intelektual. Oleh karena itu PG-TK Al-Irsyad seringkali melakukan kegiatan belajar di alam terbuka menyesuaikan topic yang sedang dibahas demi mengoptimalkan seluruh aspek dalam perkembangan anak.

PG-TK Al-Irsyad melaksanakan aktivitas di luar ruangan baik di area sekolah seperti kebun sekolah atau kebun binatang mini sekolah, area luar sekolah seperti pantai, transportasi umum kereta api, museum, KBS dan lainnya. Anak-anak mendapatkan pengalaman berharga dengan menjelajahi alam sekitar sekolah.

Mengingat pentingnya perencanaan lingkungan dalam kegiatan luar ruangan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak, guru dan warga sekolah di PG-TK Al-Irsyad harus memberikan perhatian yang cermat terhadap desain dan penggunaan ruang bermain luar ruangan agar anak merasa aman, nyaman, dan senang belajar dan bermain di luar ruangan.

Penerapan belajar di alam terbuka untuk PG-TK melibatkan kegiatan langsung yang memanfaatkan lingkungan alami sebagai media belajar, seperti berkebun, bermain dengan tanah/pasir, observasi hewan kecil, atau membuat karya seni dari bahan alam, dengan guru berperan sebagai fasilitator untuk menstimulasi sensori dan rasa ingin tahu anak secara holistik, memastikan keamanan dan kenyamanan, serta mengintegrasikan metode bermain sambil belajar agar anak lebih aktif, kreatif, dan terhubung dengan alam. PG-TK Al-Irsyad menjadikan kegiatan di luar ruangan sebagai bagian dari rutinitas harian atau mingguan, tidak harus pergi jauh, cukup di kebun sekolah atau area sekitar sekolah, mengajak anak menyentuh tekstur alam, mengamati tumbuhan atau hewan di area sekolah, berkebun, membuat karya dari bahan alam, melakukan eksperimen sederhana, tanya jawab tentang apa yang mereka lihat dan amati di lingkungan sekolah. Dengan menjadikan alam sebagai, kebun sekolah menjadi ruang kelas yang kaya akan pengalaman, memadukan teori dan praktik untuk pendidikan holistik yang tak tergantikan untuk pertumbuhan optimal.

Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini perlu Pondasi Adab dan Al-Qur’an
Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini perlu Pondasi Adab dan Al-Qur’an

Anak usia dini adalah manusia yang fitrah diciptakan oleh Allah dengan segala kelebihan dan kelucuannya. Anak-anak akan lebih mudah menyerap dengan apa yang dilihat dan didengar di sekelilingnya dalam kehidupan sehari hari. Karena anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua dan lingkungan sekitarnya. Keluarga dan lingkungan yang baik menjadi cermin penting dalam menanamkan adab pada anak-anak 

            Mendidik Adab sejak dini menjadi investasi yang sangat berharga dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab, sehingga menciptakan generasi penerus yang hebat dan tentunya sholih-sholihah. Kita ketahui jika hanya ilmu yang dipentingkan akan terjadi ketimpangan dalam kehidupan ini, karena ilmu pengetahuan tanpa adab akan terjadi kesombongan, perselisihan, dan ketidakpedulian terhadap sesama (orang lain).

            Masa kanak-kanak menjadi masa yang sangat penting karena terdapat masa emas (golden age) untuk membentuk pondasi karakter, di masa ini anak-anak lebih mudah menyerap nilai-nilai moral, agama, serta kebiasaan-kebiasaan baik yang akan melekat hingga dewasa.  Sehingga penanaman Al-Qur’an juga sangat diperlukan untuk membentuk moral agama, akhlaq mulia, dan pondasi agama yang kuat. 

            Penanaman pondasi adab dan Al-Qur’an pada anak usia dini bertujuan membentuk karakter Islami yang kuat sejak dini, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya, serta membekali anak dengan akhlaq yang mulia (sopan santun, hormat, kasih sayang)  dan pemahaman agama yang benar agar anak tumbuh menjadi pribadi yang bertaqwa, beriman, cerdas, dan bahagia dunia akhirat tentunya dengan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan. 

Adab dan Al-Qur’an penting diajarkan sejak dini karena pada masa anak usia dini mempunyai daya tangkap dan daya ingat yang sangat  tinggi, sehingga mudah untuk menerima suatu informasi dan membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik pada mereka. Anak mudah sekali diarahkan dan dibentuk karakternya sehingga ajaran-ajaran serta penanaman nilai-nilai akan melekat kuat sampai dewasa.

            Sebenarnya sejak dalam kandungan anak-anak sudah harus dikenalkan dengan Al-Qur’an, seorang ibu saat hamil setiap hari dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an insyaallah janin akan mulai juga bereaksi ikut mendengarkan,  demikian anak-anak saat usia ideal untuk menghafal Al Qur’an adalah 3 – 7 tahun, karena usia dini merupakan saatnya anak-anak sangat bersemangat. Permulaan dini ini menjadikan pembelajaran Al-Qur’an adalah sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan bagi anak. Demikian juga dengan penanaman adab akan menumbuhkan disiplin diri, nilai-nilai moral, spiritual yang dijalankan dalam kehidupan anaak-anak setiap hari akan dibawa sampai seumur hidup. Karena kita harus selalu ingat anak usia dini mempunyai rasa ingin tahu dan hasrat yang sangat tinggi  untuk meniru siapun yang disekitarnya.             Di PG-TK Al-Irsyad Surabaya penanaman adab dan Al-Qur’an diberikan melalui pembelajaran yang menyenangkan dan berkelanjutan. Mulai dari jenjang Playgroup sudah dikenalkan cara melakukan gerakan sholat dengan praktek sholat berjama’ah, bercerita tentang kisah-kisah nabi dan tokoh Islam, hafalan hadist, muroja’ah surat-surat pendek setiap hari. Karena diberikan terus menerus, dengan kebiasaan tersebut anak-anak akan dapat menghafal dan mengingat. Sehingga melatih kognitif, nilai agama, dan moral serta sosial emosional anak anak semakin berkembang.

Komunikasi Guru dan Orang tua dalam Mendampingi Tumbuh Kembang Anak
Komunikasi Guru dan Orang tua dalam Mendampingi Tumbuh Kembang Anak

Tumbuh kembang anak merupakan proses yang kompleks dan berkelanjutan, mencakup aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, dan spiritual. Dalam proses ini, anak tidak hanya membutuhkan lingkungan keluarga yang hangat dan harmonis, tetapi juga pendampingan dari guru sebagai pendidik formal. Oleh karena itu, suatu komunikasi yang baik antara guru dan orang tua menjadi kunci utama dalam menciptakan suatu sinergi pendidikan yang optimal bagi anak.

Guru dan orang tua harus memiliki peran yang saling melengkapi. Guru berperan dalam memberikan pendidikan, pembiasaan, serta penanaman nilai-nilai positif di lingkungan sekolah, sementara orang tua menjadi pendidik pertama dan utama di rumah. Tanpa komunikasi yang efektif, proses pendidikan tidak dapat berjalan dengan selaras. Misalnya, nilai atau kebiasaan yang sudah ditanamkan di sekolah bisa saja tidak diperkuat di rumah, sehingga anak mengalami kebingungan dalam bersikap dan bertindak.

Komunikasi yang baik memungkinkan guru dan orang tua untuk saling berbagi informasi mengenai hal hal yang berhubungan dengan perkembangan anak, baik dari segi akademik maupun non-akademik. Orang tua dapat menyampaikan kondisi anak pada saat di rumah, seperti kebiasaan belajar, kondisi emosional, atau masalah yang sedang dihadapi. Sebaliknya, guru dapat memberikan gambaran mengenai perilaku anak di sekolah, kemampuan dalam bersosialisasi, serta potensi yang perlu dikembangkan. Dengan demikian, pendampingan terhadap anak dapat dilakukan secara menyeluruh dan berjalan  konsisten.

Dalam perspektif Islam, komunikasi yang baik dan penuh hikmah sangat dianjurkan, terutama dalam mendidik anak. Al-Qur’an menegaskan pentingnya menjaga keluarga dan generasi dari hal-hal yang dapat merugikan masa depannya. Seperti yang terdapat dalam QS. At-Tahrim: 6 yang berisi tentang:

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Ayat ini menunjukkan bahwa tanggung jawab mendidik anak bukan hanya terletak pada satu pihak, melainkan membutuhkan suatu kerja sama dan kesungguhan dari semua pihak yang terlibat, termasuk guru dan orang tua. Komunikasi yang baik menjadi sarana untuk mewujudkan tanggung jawab tersebut.

Selain itu, komunikasi guru dan orang tua juga harus dilandasi sikap saling menghargai, terbuka, dan tidak saling menyalahkan. Ketika anak mengalami kesulitan atau melakukan kesalahan, guru dan orang tua seharusnya duduk bersama untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan anak, bukan malah memperbesar konflik. Dengan pendekatan yang positif, dengan begitu anak akan merasa didukung dan dihargai, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berakhlak baik.

Dengan demikian, komunikasi yang harmonis antara guru dan orang tua merupakan fondasi penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Sinergi yang terjalin dengan baik tidak hanya berdampak pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan spiritual anak agar siap menghadapi tantangan masa depan sesuai dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal. Sinergi yang terjalin melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai memungkinkan adanya keselarasan antara pendidikan di rumah dan di sekolah. Dengan adanya pertukaran informasi yang baik mengenai perkembangan akademik, emosional, sosial, dan spiritual anak, pendampingan dapat dilakukan secara menyeluruh dan konsisten. Playgroup-TK Al-Irsyad membangun komunikasi dua arah dan berkelanjutan melalui program Home Visit dan layanan konseling. Home visit merupakan program kunjungan guru PG-TK Al-Irsyad ke kediaman orang tua siswa untuk memperoleh informasi terkait kegiatan dan pendampingan orang tua selama di rumah, serta pengamatan langsung terhadap lingkungan rumah dan kebiasaan siswa di rumah. Selain home visit, PG-TK Al-Irsyad juga memberikan layanan konseling untuk orang tua. Layanan konseling merupakan fasilitas komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua untuk menyamakan pemahaman dalam membersamai ananda di rumah dan di sekolah. Dengan layanan konseling guru dan orang tua dapat menggali potensi siswa, mencari jalan keluar dan solusi jika terdapat hambatan dalam proses belajar dan perilaku, memperoleh arahan mengenai pola asuh, pembentukan adab dan karakter, perkembangan sosial emosional, sehingga anak memperoleh pendampingan yang tepat baik di rumah dan di sekolah agar anak tumbuh sesuai tahap perkembangannya.

Cara Guru TK Al Irsyad Membimbing Anak Tanpa Marah
Cara Guru TK Al Irsyad Membimbing Anak Tanpa Marah

Setiap anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, dididik, dan dibimbing dengan penuh kasih sayang. Di TK Al Irsyad, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter anak melalui pendekatan Holistik Qurani, termasuk dalam membimbing anak tanpa marah. Allah SWT berfirman, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.” (QS. Ali Imran: 159)
Ayat ini menjadi landasan guru TK Al Irsyad dalam mendidik dan membersamai anak setiap hari.

Guru TK Al Irsyad adalah pendidik profesional yang berperan sebagai teladan, pembimbing, dan pendamping tumbuh kembang anak usia dini.
Guru membimbing anak tanpa marah dengan pendekatan lembut, dialogis, dan penuh empati, terutama saat anak melakukan kesalahan atau membutuhkan arahan perilaku.

Anak usia TK masih dalam tahap belajar mengenal emosi dan aturan. Sikap marah atau keras dapat membuat anak merasa takut dan tertekan. Pendekatan yang lembut membantu anak merasa aman, dihargai, serta lebih mudah menerima bimbingan. Pendekatan ini diterapkan di seluruh lingkungan TK Al Irsyad, baik di dalam kelas, area bermain, maupun dalam kegiatan pembiasaan harian seperti antre, makan bersama, dan kegiatan ibadah.
Bimbingan tanpa marah dilakukan secara konsisten setiap hari, dalam setiap interaksi guru dengan anak, khususnya saat anak membutuhkan arahan atau penguatan perilaku positif.

Guru menggunakan bahasa yang santun dan positif, suara yang tenang, serta memberikan contoh langsung perilaku baik. Anak diarahkan dengan kalimat sederhana seperti, “Ayo kita rapikan bersama” atau “Kita tunggu giliran dengan sabar ya.” Guru juga mengaitkan perilaku baik dengan nilai Islam, seperti mengingatkan bahwa Allah menyukai anak yang sabar, rapi, dan saling menyayangi. Setiap usaha positif anak diberikan apresiasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi.

Melalui bimbingan yang lembut dan berlandaskan nilai Qurani, TK Al Irsyad berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menenangkan bagi anak. Dengan cara ini, anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, dan mencintai proses belajar sejak usia dini.

Semangat Pagi: Optimalisasi Motorik Kasar Anak Melalui Permainan
Semangat Pagi: Optimalisasi Motorik Kasar Anak Melalui Permainan

Aktivitas fisik motorik merupakan hal yang sangat penting untuk perkembangan anak. Kegiatan fisik motorik dapat mengoptimalkan perkembangan fisik seperti penguatan otot dan tulang, koordinasi dan keseimbangan. Aktifitas fisik yang melibatkan interaksi dengan teman dapat meningkatkan keterampilan sosial, emosi dan kepercayaan diri. Selain itu, aktivitas fisik motorik dapay meningkatkan aliran darah yang membawa oksigen ke otak, sehingga membantu anak anak untuk menjadi lebih fokus.

Mengingat betapa penting dan besarnya manfaat kegiatan fisik motorik untuk anak,  Playgroup – TK Al-Irsyad Surabaya menerapkan Praktik Baik berupa Semangat Pagi sejak tahun 2021 dan masih berjalan sampai saat ini. Semangat pagi dilaksanakan dengan tujuan untuk mengoptimalkan motorik kasar anak melalui permainan. Permainan untuk mengasah motorik kasar diharapkan dapat menguatkan otot-otot besar sehingga mendukung stabilitas otot kecil yang nantinya akan mendukung anak dalam kegiatan motorik halusnya.

Semangat pagi dilaksanakan pada pagi hari sebelum pembelajaran di kelas. Guru dan siswa-siswi berkumpul di halaman. Permainan – permainan seru kami siapkan setiap paginya, permainan membuat anak menjadi bergerak aktif. Adapun kegiatan fisik motorik kasar dalam bentuk permainan yang kami lakukan pada kegiatan semangat pagi diantaranya:

  • Senam
  • Melempar dan menangkap bola
  • Berjalan zig-zag
  • Berjalan di atas papan titian
  • Merayap
  • Melompat dengan rintangan
  • Berlari
  • Bergelantung
  • Bermain ular naga
  • Estafet (bendera/ balok/ lainnya)
  • Bermain lompat tali
  • Berlari menyusun menara donat
  • dan masih banyak lainnya

Aktivitas Semangat pagi yang telah kami laksanakan dapat Ayah/Bunda saksikan pada laman Instagram kami @pgtk_alirsyad, kunjungi untuk menyaksikan keseruannya. Alhamdulillah kegiatan ini benar-benar terasa manfaatnya. Siswa-siswi senang, semangat, dan menjadi lebih fokus saat mengikuti pembelajaran di kelas.

Petualangan STEAM Lengkap: Dari Akar Singkong di Kebun, Olahan Kreatif,  Hingga Game Scratch.
Petualangan STEAM Lengkap: Dari Akar Singkong di Kebun, Olahan Kreatif, Hingga Game Scratch.

Pengalaman luar biasa diperoleh siswa-siswi TK B, dalam pembelajaran STEAM kali ini. Dimulai dari tanah basah di kebun sekolah hingga cahaya terang dari layar proyektor. Melalui proyek STEAM, para siswa bereksplorasi dengan tanaman singkong. Mulai dari akar hingga daunnya, mencabut singkong hingga mengolahnya, bermain game dan keseruan lainnya.

Siswa antusias memperhatikan guru yang sedang menjelaskan sains anatomi tanaman singkong di kebun sekolah. Siswa mengamati secara langsung mulai dari akar singkong, tekstur batang dan bentuk daunnya. Mereka membantu mencabut umbi singkong. Umbi-umbi singkong yang mereka panen diolah menjadi makanan gethuk yang lezat.

Setelah belajar anatomi tanaman singkong selesai, pembelajaran beralih ke kelas. Dengan semangat gotong-royong dan bimbingan guru, seluruh siswa mengupas kulit singkong dan mengukusnya di dalam panci. Disini aspek Teknologi, Engineering dan Seni mulai diterapkan. Siswa menimbang gula, dan mentega diatas timbangan digital sebelum dicampur dengan singkong, kemudian menghaluskan singkong dengan tangan-tangan mungilnya. Antusias siswa semakin meningkat saat mereka mulai mewarnai gethuk singkong dengan pewarna makanan, ada yang berwarna hijau, kuning, pink, dan coklat. Gethuk singkong menjadi semakin menarik, rasanya pun lezat.

Setelah sukses mengolah singkong menjadi gethuk yang lezat, petualangan STEAM berlanjut ke tahap bermain game Scratch. Pada game scratch siswa diminta untuk menebak bahan-bahan yang digunakan dalam membuat gethuk. “Ya, Alhamdulillah anda benar”, itulah suara yang terdengar apabila mereka berhasil menebak dengan benar. Tentunya hal ini membuat mereka tersenyum senang atas keberhasilan mereka dalam pembelajaran STEAM tanaman singkong kali ini.

Hadirkan Diri Kita Sepenuhnya
Hadirkan Diri Kita Sepenuhnya

“Hadirkan diri kita sepenuhnya saat disisi anak.”

Mendidik dan mendampingi anak adalah tugas kita sebagai orang tua. Hadiahi anak-anak kita dengan pemberian terbaik. Dan pemberian terbaik serta lebih utama orang tua kepada putra-putrinya adalah akhlak mulia.

Anak ibarat botol, ketika kita mengisi maka pegang erat dengan kasih sayang, isi perlahan dengan benar, fokus, sabar dan ikhlas. Menjadikan diri sebagai teladan adalah cara yang baik untuk mendidik akhlak mereka.

Pembiasaan Berbudaya Islam Sejak Dini
Pembiasaan Berbudaya Islam Sejak Dini

Anak merupakan karunia terindah yang diberikan Allah swt kepada sepasang suami-istri. Dalam al-Qur’an, anak digambarkan sebagai perhiasan hidup dan kesenangan di dunia (Qs. al-Kahfi: 46 dan Qs. Ali Imron: 14). Keberadaan anak dalam suatu keluarga akan menjadikan keluarga itu terasa lebih hidup, harmonis, dan menyenangkan. Anak merupakan amanah besar bagi kedua orang tua yang kelak akan dipertanggungjawabkannya di akhirat. Orang tua wajib memelihara, mendidik, menjaga, dan menyantuni anak-anak mereka dengan penuh rasa tanggung jawab dan kasih sayang. Islam menjadikan orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan keislaman bagi anak-anaknya. Anak merupakan generasi penerus umat yang hendaknya telah terbina sejak masa kecilnya agar kelak mampu menjadikan dirinya sebagai manusia yang berakhlak mulia, berkarakter, dan bermanfaat bagi orang lain.

(more…)

Konsep Pendidikan Nabi Ibrahim
Konsep Pendidikan Nabi Ibrahim

Pendidikan adalah salah satu modal utama dalam melahirkan generasi yang berkualitas baik, dan kita tahu bahwa generasi yang terbaik adalah generasi para Nabi kemudian para sahabat dan para pengikutnya. Maka sangat perlu kita merujuk pada pendidikan dan pengajaran yang diajarkan  oleh para Anbiya, salah satunya adalah dari Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim telah mewariskan kepada kita tentang bagaimana seharusnya proses pendidikan dilaksanakan, mulai dari apa yang diajarkan sampai pada cara atau metode penyampaiannya. Keberhasilan Nabi Ibrahim  dalam membentuk pribadi yang sholeh Nabi Ismail dan Ishak, ketabahan siti Hajar dan Sara, dan banyaknya Nabi – Nabi dari keturunan Nabi Ibrahim adalah bukti kesuksesan pendidikan yang dilaksanakan  oleh Nabi Ibrahim.

(more…)